Indonesia Dikepung 45 Reaktor Nuklir

187826

Metrotvnews.com, Surabaya: Indonesia sekarang dikepung 45 reaktor nuklir baru di berbagai negara yakni China berencana membangun 29 reaktor nuklir, Jepang 2 reaktor, India 7 reaktor, Korea 4 reaktor, Vietnam 3 reaktor, dan Malaysia 1 reaktor. Padahal, China, India, Jepang, dan Korea sudah memiliki reaktor lama.

Itu disampaikan Dubes RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional yang berkedudukan di Jenewa, Triyono Wibowo. “Karena itu, Indonesia sudah layak mengembangkan iptek nuklir. Untuk itu, perlu adanya hukum nuklir agar pengembangan iptek nuklir menjadi sesuatu ketentuan yang ketat,” katanya di Rektorat Unair Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10).

Menurut Triyono, kalau negara lain akan mengembangkan nuklir sudah diprotes internasional, tapi Indonesia belum berbuat sudah didukung untuk mengembangkan teknologi nuklir. Indonesia sudah memiliki sejumlah pakar nuklir yang melakukan riset di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong sejak 1964.

“Jadi, soal kepakaran, kita sudah cukup. Tinggal aplikasi saja yang menunggu sikap pemerintah. Yang jelas kebutuhan energi akan mengalami kenaikan pada 2013. Bahkan, cadangan minyak dunia tinggal 4 miliar barel yang akan habis dalam 12 tahun lagi (2025),” katanya. (Ant)

sumber : http://www.metrotvnews.com/tekno/read/2013/10/11/13/187826/Indonesia-Dikepung-45-Reaktor-Nuklir

Gim Candy Crush Paling Adiktif

188842

Metrotvnews.com: Gim Candy Crush menjadi permainan daring paling adiktif. Tidak tanggung-tanggung, direktur sebuah perusahaan di London, Lucy Berkley, 44, mengalami kecanduan gim ini.Ia bahkan rela merogoh koceknya sekitar Rp7,2 juta dalam sehari untuk membeli heart yang dalam gim tersebut berarti nyawa. Heart ini, bisa digunakan untuk satu kali permainan.

 

Pernah ia datang tertatih-tatih ke kantor karena mengalami nyeri di punggung. Ketika ditanya oleh teman-temannya ia kemudian mengaku menghabiskan lebih dari 10 jam selama akhir pekan untuk memainkan Candy Crush dari iPad.

“Punggung saya menjadi tegang karena saya membungkuk terlalu lama di atas iPad saya. Saya tidak bisa menahannya, Candy Crush sangat adiktif,” kata ibu satu anak ini. Yang luar biasa, meski Berkley mengeluh sakit punggung saat di kantor, rekan-rekannya juga melakukan hal yang sama dan mereka juga mulai kecanduan.

Menurut pencipta permainan ini, King.com, perempuan berusia 25 hingga 55 adalah demografi yang paling setia untuk permainan ini. Namun jika jumlah penggemar mereka melonjak, ini karena gim Candy Crush netral gender, tidak hanya perempuan yang kecanduan. Laki-laki mengalami hal yang sama.

Profesor Mark Griffiths, Direktur International Gaming Research Unit di Universitas Nottingham Trent mengatakan permainan ini membutuhkan semua kemampuan kognitif Anda, sebab harus berkonsentrasi 100 persen. Ini artinya ketika memainkan, Anda harus melupakan segala sesuatu selama beberapa saat,” jelasnya. (dailymail.co.uk)

 

sumber : http://www.metrotvnews.com/tekno/read/2013/10/18/13/188842/Gim-Candy-Crush-Paling-Adiktif

Interaksi Teknologi Dalam Dunia Hukum

Richard Susskind dalam buku The Future of Law, baik “legal services” maupun “legal process” di masa mendatang akan mengalami perubahan dan pergeseran pradigma. Salah satunya bahwa hukum akan berubah menjadi sekedar informasi tentang peraturan yang jumlahnya berlimpah-limpah, sehingga dibutuhkan para specialist yang menguasai informasi hukum. Dapat terjadi, yang lebih diperlukan adalah Legal Information Engineers dari pada dedicated Legal Professionals. Pelayanan hukum tidak lagi bersifat legal focus, melainkan berkembang menjadi bussiness focus. Pelayanan hukum yang tadinya bersifat advokasi personal, one-to-one-approach berubah menjadi one-to-many, dimana seorang operator komputer, melalui jaringan internet, dapat langsung melayani banyak orang sekaligus. Proses pelayanan hukum juga tidak lagi bersifat problem solving tetapi berubah menjadi pelayanan yang menawarkan pengelolaan resiko, dimana setiap orang diberdayakan untuk secara mandiri menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapi. Pelayanan hukum yang semula didasarkan atas time-based-billing, juga akan berubah menjadi commodity pricing. Orang tidak akan lagi membayar jasa konsultasi berdasarkan hitungan jam, tetapi didasarkan atas perhitungan komoditi layanan. Karena semakin kompleks dan banyaknya jumlah aturan yang mesti dikuasai, akan muncul pula kesadaran mengenai pentingnya diseminasi dan sosialisasi hukum secara lebih luas dan bersengaja. Jika selama ini, hukum dianggap cukup jika telah disahkan, diundangkan dan diterbitkan dalam Lembaran Negara atau Berita Negara sebagaimana mestinya, maka di masa kini dan mendatang, akan makin dirasakan bahwa penerbitan satu peraturan [publication of law] tidak lagi mencukupi. Akan makin berkembang kesadaran bahwa juga dibutuhkan usaha nyata untuk menyebarkan peraturan-peraturan itu secara merata [promulgation of law], sehingga dapat membantu proses penyadaran akan aturan-aturan baru itu ke tengah masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya.
Tidak ada jalan lain bagi bangsa dan negara-negara yang sedang berkembang kecuali memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi modern dengan sebaik-baiknya dengan sungguh-sungguh melakukan berbagai langkah yang penting untuk it. Keharusan ini tidak hanya berlaku bagi pemerintah, melainkan juga bagi semua pihak yang tidak ingin ketinggalan dan sekedar menjadi konsumen yang dikuasai oleh mekanisme pasar global. Jika Indonesia tidak ingin menjadi sekedar pasar bagi dunia yang ikut menentukan dalam area pergaulan dunia, tetapi dapat menentukan kehidupannya sendiri di dalam negeri, maka penguasaan dan pemanfaatan jasa teknologi e-government merupakan suatu keniscayaan. Jika hal ini dipersempit pengertiannya hanya dalam hubungannya dengan hukum, khususnya berkenaan dengan administrasi hukum, maka sistem administrasi hukum nasional kita perlu dikaitkan lngsung dengan jaringaan komputer dan internet.

 

 

 

sumber: http://rgs-artikel-hukum.blogspot.com/